Judul diatas, merupakan kesimpulan dari “diskusi” kecil yang disimpulkan oleh YC0BNX pada Senin 23 Januari 2012 kurang lebih jam 06.30 wib di Frekuensi 144.260 Mhz, yang bertepatan dengan Tahun baru IMLEK 2563. Sepertinya ‘Naga Air’ yang menurut versi Imlek tahun ini, merasa terusik dengan realitas kekinian dalam aktivitas beradio di negeri ini, sehingga dia menggeliat ke kiri dan kekanan dalam membahas dan mencoba meluruskan sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan amatir radio yang sepertinya mulai melenceng dari aturan yang ada.
Seperti biasa saya bangun kurang lebih pukul 6 pagi, langsung mengONkan radio untuk standbye di Kampoeng Morse Frekuensi 144.280 Mhz. Namun karena Frekuensi tersebut tidak dibuatkan memori, dan starting up melalui 144.000 Mhz, maka dalam perjalanan menuju Kampoeng Morse, harus melewati beberapa “rumah”, termasuk rumah tetangga 144.260 Mhz.
Terhenti sejenak di depan rumah tetangga, karena mendengar ada pembicaraan yang cukup menarik perhatian. Dan akhirnya memutuskan untuk standbye me”monitoring sistem” (menurut istilah Om Ahong- YG1FSX ketika itu). …. Eeeeeh hampir lupa Gong Xi Fa Cai ,.. Om Ahong. Semoga anda Sehat dan sukses selalu dimanapun anda berada saat ini, dan tetap konsisten bahwa titik garis titik adalah romeo.
Dengan semangat empat lima, saya memanfaatkan spasi dari YB0MSF dengan menekan tombol pada desk mike dan berkata “Yangke Delta Zero Mike Foxtrot Wisky bergabung di frekuensi……” dan dengan santun disambut oleh YC0BNX.
Saya tidak tahu persis bahasan pagi itu berawal dari mana, karena ketika saya mendengarkan pembicaraan YC0BNX dan YB0MSF, mereka sedang membahas tentang “resing-resingan” yang teristilahkan oleh sebagian orang, baik anggota amatir radio, maupun bukan anggota amatir radio.
Kalau “resing-resingan” itu di definisikan oleh “mereka” sebagai kegiatan latih diri dan atau kegiatan experiment Amatir Radio, maka menurut uraian dan bahasan panjang lebar serta terstruktur dari YC0BNX yang akrab di panggil Pa’ De, ketika berdiskudi dengan YB0MSF – Om Joko. Maka kegiatan itu adalah sebuah kegiatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Dan secara pribadi saya sependapat dengan hal itu.
Sampai saat ini kebingungan saya belum terjawab yaitu kenapa filosofi indah amatir radio yaitu “dengan pancaran sekecil-kecilnya dapat menjangkau stasiun radio yang sejauh-jauhnya” menjadi terbalik dalam pemahaman sebagian anggota Amatir Radio masa kini (?).
Geliat protes sang ‘Naga Air’ di Senin pagi tepatnya di Tahun Baru Imlek 2563 terhadap sebagian kecil aktivitas beradio para amatir radio masa kini yang mulai menyimpang, tidak serta merta menjadi “tontonan” indah di kuping para pendengar. Karena terbukti ada saja stasiun radio yang berusaha memecahkan konsentrasi sang Naga dalam melanjutkan geliat ke kiri dan ke kanan karena mungkin menyakitkan telinga mereka, sehingga mereka membuat gangguan-gangguan kecil melalui signal, atau ungkapan-ungkapan minor yang terselubung.
Pembicaraan terus berlanjut karena semangat dan tenaga sang Naga Air yang menggeliat dangan dahsyatnya tak mungkin terkalahkan hanya oleh gemericik air. Gemericik air itu ternyata hanya membuat gerakan sang Naga menjadi lebih menawan sampai tiba waktunya YC0BNX, YB0MSF, YD0OKK, dan saya YD0MFW mengakhiri komunikasi di pagi itu.
Akhirnya Sikap OPTIMISTIS lah yang harus saya pilih. Artinya harus dimulai dari diri sendiri untuk mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di dunia amatir radio, dan harus berani memberi informasi apa yang kita tahu dan benar, kepada rekan yang belum tahu.-
Dari Puncak Gading Icon City Apartemen Pulogadung Jakarta Timur, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2563 bagi yang merayakannya. Sehat, kuat dan sukses selalu.
de YD0MFW eks YD8RNC – NRI. 90036384.