Ditengah “lesuh” nya keinginan orang untuk belajar kode Morse. Jumat 14 desember 2011 kurang lebih jam 20.30 wib di “kampoeng morse” – 144.280 Mhz yang on air dari “Puncak” Gading Icon City Apartemen Pulogadung Jakarta Timur, terdengar suara … “apakah ada yang monitor, mau belajar Morse niih.. ?”. Naluri dan kesigapan penyuka dan pencinta kode Morse secara spontan tanpa hitungan ketiga langsung membunyikan satu karakter huruf, dan yang bersangkutan dengan semangat yang membara menyambut dan meresponse ketukan yang ku kirim. Proses Pembelajaran pun menurut istilah YC0LIH berlanjut hampir satu jam lamanya. Beliau mengaku bernama Bobby bertempat tinggal di Cipete Jakarta Selatan. Satu Hal yang membuat saya merasa bahagia, ternyata masih ada orang yang berkeinginan untuk belajar kode Morse, yang oleh kebanyakan orang masa kini termasuk para anggota Amatir Radio sudah mulai ditinggalkan (?). Morse adalah seni, dan seni adalah Gaya hidup. Bagi yang ingin bergaya dalam seni bermorse-ria khususnya di band VHF. Kumenantimu di kampoeng Morse 144.280 Mhz. Akhirnya “Morse bukan sekadar bunyi tetapi sebuah jiwa”. Salam hangat, selamat berakhir pekan. de YD0MFW.
Posted from WordPress for BlackBerry torch 9850