Tepatnya rabu tanggal 16 Agustus 2011, ketika saya QSO dengan YC1MEQ di 144.280 Mhz yang selalu “kita” sebut sebagai Kampoeng Morse. Saya mengatakan kepada beliau dengan bercanda, bagaimana kalau bulan ini kita canangkan sebagai bulan mengetuk “Semi Elektronik seDunia”- hahahaha …. Alasannya karena ketukan gaya tersebut sudah lama tidak membahana di kampoeng morse, karena beberapa rekan penyuka gaya tersebut kalau di dunia kampus, beliau-beliau sedang menjalani cuti akademik secara unlimited.
Sepertinya gayung bersambut, beliau (YC1MEQ) “meresponse” dengan baik & benar tawaran saya, dengan menerima ketukan saya serta membalasnya dengan gaya yang sama pula. Jadilah hari itu sebagai hari “kebangkitan” ketukan Semi Elektronik di negeri Kampoeng Morse.
Hari berikutnya tepatnya tanggal 17 Agustus 2011 yang juga merupakan hari Peringatan HUT Kemerdekaan NKRI. Saya kembali berketuk ria panjang lebar dengan beliau dengan materi komunikasi yang sifatnya serius termasuk canda-canda ringan. Tentunya dengan gaya yang sama Semi Elektronik.
Sebelum mengakhiri QSO, kita berdua menggunakan phone dalam komunikasi tersebut, dan membahas masalah kunci ketuk yang dipergunakan. Saya ingat beberapa tahun yang lalu beliau sempat membeli kunci ketuk Vibroplex secara on line. Namun sayang rupanya kunci ketuk tersebut belum digunakan (masih dipajang dengan manis di etalase). Kalau saya jadi Vibroplex, saya akan sedih, karena sudah dibeli mahal-mahal namun tidak digunakan. Karenanya pada kesempatan itu saya menyarankan untuk menggunakan kunci ketuk pabrikan tersebut yang memang dibuat untuk mengetuk dengan gaya Semiii’ (kata mba Ebonni).
Mudah-mudahan untuk hari-hari selanjutnya, YC1MEQ akan selalu dan terus menggunakan kunci ketuk Vibroplex dalam memainkan jemari lentiknya untuk mengetuk dengan gaya Semi Elekronik. Dan bunyi-bunyian nada pendek dan panjang (yang tidak sama panjang) dimana pada beberapa tahun yang lalu sempat membuat beberapa orang sewot (karena tidak bisa membacanya) akan kembali meramaikan blantika kode morse di Kampoeng Morse.
Semoga….-
Pulogadung 18 Agustus 2011 jam 15.18
ecachayank
19 Agustus 2011 at 9:51 AM
…semoga…HIDUP semoga !!!
Dan semoga pula dengan adanya pengetuk-pengetuk semi elektronik lain selain YD0MFW, akan menambah wawasan / p’bendaharaan kata bagi penikmat ketukan tersebut, baik yang sedang b’komunikasi langsung ataupun yang hanya sekedar m’dengarkan dari balik jendela
Sehingga mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi orang yang sewot karena tidak / belum bisa m’baca ketukan semi elektronik yang tersaji di frekuensi 144.280 Mhz. Karena semakin banyak dip’dengarkan ketukan itu, semakin penasaran orang yang m’dengar akan bunyi-bunyian tersebut untuk tahu arti atau bagaimana m’baca ketukan itu dengan pemahamannya masing-masing.
…semoga…
{ t’inspirasi dari sebuah kutipan yang sempat t’catat pada hari itu, “…orang yang menang adalah orang yang punya banyak p’bendaharaan kata atau berada dalam level yang sama…” }