RSS

Kasih Itu Penyayang & Panjang Sabar

19 Jun

Masih terngiang ditelinga sebuah lagu rohani, “kasih itulah yang panjang sabar, kasih itulah penyayang …………….”. Mencermati kehidupan kini, ditengah cepatnya perkembangan masyarakat baik sacara kwantitas maupun kwalitas, yang merupakan akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terasalah dampak yang mempengaruhi jalinan kebersamaan yang dahulunya erat, saling menghormati, saling tenggang rasa, saling menghargai, terkikis oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok yang berkompetisi untuk mempertahankan, mendahului kepentingannya  ditengah kecenderungan menjadi sempitnya bermacam peluang dalam hidup ini.

Masing-masing individu mulai menanggalkan, nilai kasih dan nilai sabar yang sebenarnya merupakan nilai-nilai luhur yang ada pada setiap insan manusia. Nilai luhur itu tergerogoti oleh upaya-upaya mendapatkan sesuatu yang sangat kompetitif dalam kehidupan masyarakat kini.

Kebutuhan hidup menjadi sangat kompetitif, karena tingkat kebutuhan dan permintaan menjadi tidak seimbang. Contoh paling aktual dapat kita lihat dalam aktivitas berlalu lintas masyarakat perkotaan, terutama dikota-kota besar.

Nilai-nilai kemanusiaan seorang pengendara kendaraan beroda dua atau lebih menjadi berubah. Sebelum mereka manaiki kendaraannya, mereka adalah orang yang santun, sabar, mempunyai kasih untuk sesama. Namun ketika mereka mulai menjalankan kendaraannya dan menelusuri jalan, maka nilai-nilai tadi menjadi hilang. Mereka menjadi kasar, brutal, bahkan cenderung anarkis. Ini dilakukan karena upaya mendapatkan kebutuhan – kesempatan menggunakan jalan yang tidak berimbang dengan jumlah kendaraan yang secara bersama-sama mempunyai hak yang sama dalam penggunaannya.

Secara sosiologis, manusia memiliki status set. Artinya dalam menjalani hidup dan kehidupan, manusia akan selalu memposisikan dirinya sesuai dengan apa yang dia hadapi, dan apa yang dia kerjakan dalam bingkai nilai-nilai luhur kemanusiaannya tentunya.

Namun apa yang kita lihat dan rasakan bersama, nilai-nilai luhur tercampakan, ketika orang-orang diperhadapkan dengan sebuah situasi yang tidak berimbang itu – seperti contoh diatas. Kasih dan Kesabaran menjadi sebuah perbuatan situasional dan kontekstual. Selebihnya Kasih dan Kesabaran  hanya merupakan aksara tak bermakna. Tantangan buat kita yang tetap teguh untuk mempertahankan Kasih dan Kesabaran dalam menjalani hidup, untuk terus dan terus berbuat dan berbuat.-

Selamat hari Minggu, sehat, sukses selalu. Tuhan Memberkati.

Gading Icon City Apartement Pulogadung – 19 Juni 2011.

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Juni 2011 in Umum

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.