Ada anak bertanya pada bapaknya,… eehh salah, …maksud saya, ada rekan yang sudah “jatuh cinta” pada kode morse bertanya melalui message apa sih makna dari untaian kata “morse bukan sekadar bunyi tetapi sebuah jiwa”. Jawabannya sudah saya jawab melalui massage pula. Namun tidak salah juga jika jawaban itu saya tulis di blog ini.
Untaian kata itu sering dan selalu diucapkan pada setiap kesempatan jika saya sedang berketuk-ria dengan teman2. “bermain morse” adalah sebuah totalitas baik diri maupun hal2 lain diluar diri kita, jadi kondisi internal (emosi) kita akan sangat berpengaruh pada saat kita “bermain morse”. Indah dan manisnya sebuah ketukan serta sempurnanya daya terima kita, akan sangat ditentukan oleh seberapa tenang dan terkendalinya tingkat emosi kita.
Bisa dibayangkan ketika anda sedang berketuk ria, kemudian disekitar rumah anda ada kerusuhan/kekerasan seperti di Pandeglang beberapa hari yang lalu, maka sudah bisa dibayangkan seperti apa hasil ketukan anda atau hasil penerimaan anda. Saat mau ngetuk atau menerima ketukan, kemudian sikecil merengek-rengek minta dibeliin permen…??, atau mantan pacar anda menyetel TVone dengan volume suara yang cukup gede. untuk mengetahui perkembangan terkini di Pandeglang..??? maka emosi (jiwa) anda akan menjadi tak terkendalikan. Emosi yang tak terkendalikan akan menghasilkan ketukan atau penerimaan yang tidak indah dan sempurna.
Berbeda jika anda mengetuk dengan mesin (komputer misalnya) dan menerima dengan mesin yang sama.. walau ada “gempa bumi” sekalipun, ketukan anda akan baik dan benar, dan penerimaan anda juga akan baik dan benar.
Alangkah indahnya jika seorang anggota amatir radio, dapat mengirim kode morse dengan tangan dan menerima kode morse dengan telinga secara baik dan benar. Mengirim dan menerima kode morse dengan baik dan benar, diperlukan selain kecakapan, juga dukungan kondisi emosi yang terkendali.-
imanarif
15 Juni 2011 at 8:39 PM
good artikel………bravoo, cuagn 73 YB1IM
patri
17 Juni 2011 at 10:18 AM
Makasih OM, …. YB1IM de YD0MFW cu 73